Rabu, 17 Desember 2008
Kamis, 21 Februari 2008
Ciri-ciri Orang yang bahagia
1. orang yang selalu ingat akan dosa-dosa yang telah lalu
2. selalu melupakan seluruh kebaikannya
3. dalam urusan dunia ia melihat ke bawah
4.dalam urusan akhirat ia melihat ke atas
Pada "Ciri-ciri Orang yang bahagia" diatas, diambil dari hadits Rasulullah SAW
2. selalu melupakan seluruh kebaikannya
3. dalam urusan dunia ia melihat ke bawah
4.dalam urusan akhirat ia melihat ke atas
Pada "Ciri-ciri Orang yang bahagia" diatas, diambil dari hadits Rasulullah SAW
Kamis, 07 Februari 2008
Nilai dari Eksistensi Seorang Manusia
Manusia diciptakan oleh Tuhannya hanya untuk menyembahNYA. Manusia diberikan segala macam nikmat yang tak terhingga, dengan dibekali oleh sang pencipta beberapa ilham dari ilham pendengaran, penglihatan dan hati. Itu semua adalah "alat" yang harus digunakan oleh manusia itu sendiri, agar dapat berpikir, mengkaji, dan memahami apa makna dari hidup ini. Seorang manusia yang tidak mempunyai arah tujuan dalam hidupnya, ia berjalan kesana kemari tak tentu arah bagaikan orang yang penuh kebingungan, memiliki banyak pertanyaan, mengikuti kemana orang lain berjalan tak tentu arah, terus terhipnotis dengan pola tingkah laku yang tak ada gunanya.
Seorang manusia sudah seharusnya mempunyai prinsip dalam hidup, khususnya dalam bidang agama. Untuk mempunyai pegangan, pendirian, lentera dalam hidup sehingga dapat memilah mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang boleh digunakan dan mana yang bukan haknya, mana yang benar untuk diamalkan dan mana yang sesat untuk dijauhkan. Oleh karena itu dengan petunjuk dari Ilahi, dengan adanya Qur'an maupun Sunnah manusia juga dituntut untuk menilai dan memutuskan dari setiap perbuatan mana yang hakiki ? "Istaftii Qalbaka" Tanyakan Pada Hatimu.
Seorang manusia sudah seharusnya mempunyai prinsip dalam hidup, khususnya dalam bidang agama. Untuk mempunyai pegangan, pendirian, lentera dalam hidup sehingga dapat memilah mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang boleh digunakan dan mana yang bukan haknya, mana yang benar untuk diamalkan dan mana yang sesat untuk dijauhkan. Oleh karena itu dengan petunjuk dari Ilahi, dengan adanya Qur'an maupun Sunnah manusia juga dituntut untuk menilai dan memutuskan dari setiap perbuatan mana yang hakiki ? "Istaftii Qalbaka" Tanyakan Pada Hatimu.
Langgan:
Entri (Atom)